Jumat, 04 September 2015


houston mesothelioma lawyers mesothelioma attorneys los angeles malignant mesothelioma pleural rate survival delaware mesothelioma lawyers asbestos attorneys philadelphia missouri mesothelioma lawyers mesothelioma lawyers houston asbestos lawyers los angeles illinois mesothelioma lawyers houston mesothelioma attorney colorado mesothelioma lawyers mesothelioma attorneys san diego georgia mesothelioma lawyer asbestos law suits mesothelioma attorneys california california mesothelioma attorneys detroit personal injury attorney student loan consilidation fort worth dwi lawyer tennessee mesothelioma lawyer diffuse malignant pleural mesothelioma irs debt attorney applied foundation mesothelioma research dallas dwi lawyers oklahoma city personal injury attorney mesothelioma lawyers california hawaii car accident lawyer houston dwi attorney mesothelioma applied research foundation houston mesothelioma mesothelioma houston michigan personal injury lawyer ca car donations car donations ca california mesothelioma lawyers wrongful death attorney los angeles illinois mesothelioma attorney dui attorneys los angeles los angeles dui attorneys college student loan consolidation mesothelioma washington attorney washington mesothelioma attorney mesothelioma attorney ohio ohio mesothelioma attorney georgia mesothelioma lawyers colorado mesothelioma attorneys asbestos law firm oklahoma personal injury attorney colorado accident lawyers michigan personal injury attorney

Siapa yang Menciptakan Allah?

Tags

Untuk postingan kali ini mungkin saya akan lebih membagi cerita-cerita islami dan motivasi lewat blog ini. Dan artikel yang akan saya bagikan kali ini tentang Seorang Atheis yang memasuki sebuah masjid, lalu dia mengajukan 3 pertanyaan yang hanya boleh dijawab dengan akal. Dalam hal ini tidak boleh dijawab dengan Dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, dan jika menggunakan dalil (naqli) maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Dan apa saja pertanyaan-pertanyaan atheis itu. Berikut pertanyaannya:

1. "Siapa yang menciptakan Allah? Bukankah semua yg ada di dunia ada karena ada penciptanya? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya?"

2. "Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air? Bukankah itu janji Allah di Syurga? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal."

3. "Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka? Bukankah neraka juga dari api?"

Dan dari ketiga pertanyaan itu, tidak ada satupun jamaah yg bisa menjawab, kecuali seorang pemuda. Pemuda itu kemudian menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis:

1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal? Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2? Atheis itu diam membisu..

"Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan?"

2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air?

3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : "Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yg sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??

Sang athies itu ketiga kalinya terdiam.

Sahabat, pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yg terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..

Itulah pemuda yg Islami, pemuda yg berbudi tinggi, berpengtahuan luas, berfikiran bebas, tapi tidak liberal. Tetap terbingkai manis dalam indahnya Aqidah.

Ada yg berkata bahwa pemuda itu adalah Imam Abu Hanifah muda. Rahimahullahu Ta'ala.

Semoga Bermanfaat

sumber: 8 Intisari


EmoticonEmoticon